Minggu, 18 Mei 2014

TUGAS PROPOSAL BAHASA INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kondisi perekonomian Indonesia yang semakin tidak menentu menyebabkan banyak permasalahan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya yaitu tingginya tingkat pertumbuhan penduduk terutama di kota besar, yang mengakibatkan semakin berkurangnya lahan pertanian maupun peternakan. Seiring dengan semakin padatnya populasi penduduk yang diikuti peningkatan penghasilan perkapita menjadikan masyarakat lebih bersifat konsumtif. Dalam hal ini kebutuhan primer manusia yaitu, meliputi pangan, sandang, dan papan  semakin meningkat pula terutama di negara berkembang. Salah satunya Indonesia, pemenuhan kebutuhan konsumsi bahan pangan yang banyak mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan sebagainya, sangat dibutuhkan karena hal ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap penduduk dalam rangka peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia. Terutama kebutuhan protein baik protein nabati maupun hewani sangat diperlukanSalah satunya protein hewani baik berupa daging, telur, dan susu.  Terutama daging, mutu dan kualitasnya tergantung pada produksi daging hewan ternak yang beredar di pasaran. Baik tidaknya mutu dan kualitas daging sebetulnya sangat dipengaruhi oleh fasilitas yang diberikan kepada hewan ternak. Apabila fasilitas yang diberikan itu memadai maka bukan tidak mungkin jika daging hewan ternak potong yang beredar di pasaran memenuhi baik mutu maupun kualitasnya. Adapun jenis fasilitas pokok yang seharusnya diberikan pada hewan ternak antara lain, yaitu pemberian makan dan pemeliharaan dengan menggunakan lahan yang cukup memadai. Namun pada kenyataanya pemberian fasilitas pada hewan ternak belum bisa dipenuhi oleh petani ternak yang disebabkan kondisi Indonesia yang sedang mengalami krisis moneter. Kecendurungan ini diduga menjadi penyebab ketidakmampuan produsen sapi potong memenuhi permintaan daging dalam negeri.

Kerugian lainnya adalah banyak terjadi kasus daging yang diimpor ke Indonesia adalah daging yang tidak sehat atau berpenyakit. Maka dari itu, impor daging apabila masih dilakuakan dinilai kurang efektif sebab disinyalir akan semakin memperparah kondisi perekonomian yang terjadi di Indonesia.Untuk itu, agribisnis dibidang peternakan perlu ditingkatkan, karena dinilai paling efektif diterapkan di Indonesia dan sesuai dengan kebijaksanaan Subsektor Peternakan, usaha ternak sapi potong terus-menerus digalakkan untuk mengimbangi permintaan daging yang senantiasa meningkat sementara persediaan kerapkali terbatas. Selain dapat menghemat devisa negara, agribisnis mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya ternak sapi, baik sapi potong maupun sapi kerja sangat berperan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang notabene sebagai masyarakat agararis. Peranan ternak sapi potong dan sapi kerja dinilai berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia itu sendiri. Melalui ternak sapi potong, disamping kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan, kebutuhan gizi, kelestarian alam dan kesempatan kerjapun akan terpenuhi. Sedangkan melalui ternak sapi kerja, yang akhirnya menjadi sapi  potong ini usaha pertanian bisa terbantu. Karena itu sapi kerja jelas merupakan partner bagi para petani dalam usaha mengolah tanahnya. Itulah sebabnya mengapa kembali ke agribisnis dinilai sangat efektif. Maka dari itu, pemerintah dituntut keterampilannya dalam meningkatkan agribisnis yang lebih banyak mendatangkan keuntungan, terutama dalam pengusahaan ternak sapi potong dan sapi kerja.Mengenai permasalahan kondisi ekonomi Indonesia yang menglami krisis moneter yang berdampak luas terutama terhadap sektor pertanian (termasuk didalamnya peternakan) di atas, maka saya tertarik untuk meneliti apa yang terjadi di area di perkebunan jati dan karet,dimana tempat tersebut sering dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk kegiatan berternak terutama ternak sapi.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah:
  1. Bagaimana model peternakan rakyat di perkebunan jati dan karet
  2. Jenis tumbuhan apa saja yang menjadi bahan makanan sapi ingon di perkebunan jati dan karet..
  3. Apa manfaat yang diperoleh masyarakat sekitar dalam mengusahakan peternakan sapi dengan sistem ingon.
  4. Apa pengaruh peternakan sapi ingon tersebut terhadap kemajuan peternakan domestik dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging lokal.
1.3 Tujuan Penelitian
  1. Mengetahui model peternakan rakyat di perkebunan jati dan karet.
  2.  Mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang menjadi bahan makanan sapi ingon di perkebunan jati dan karet.
  3. Mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat sekitar dalam mengusahakan peternakan sapi dengan sistem ingon.
  4. Mengetahui pengaruh peternakan sapi ingon tersebut terhadap kemajuan peternakan domestik dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging lokal.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat hasil dari penelitian ini di harapkan berguna untuk berbagai pihak, baik secara teoritis maupun secara praktis, diantaranya sebagai berikut:
1. Secara teoritis
Secara teoritis diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam upanya meningkatkan pembelajaran khususnya di sektor pertanian Indonesia yakni dalam bidang peternakan.
2. Secara Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat memberikan sumbangan kepada:
a. Mahasiswa
Memperoleh pembelajaran mengenai cara bagaimana meningkatkan mutu peternakan Indonesia.
1.5 Asumsi
Guna memperjelas pemahaman tentang ruang lingkup dalam penelitian ini, maka kami jelaskan beberapa istilah sebagai berikut:
  1. Penggemukan adalah usaha mengubah bentuk protein makanan agar bias dicerna menjadi protein hasil ternak yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
  2. Perkebunan adalah tempat atau lahan luas yang dipergunakan untuk penanaman dan pembudidayaan tumbuhan tertentu.
  3. Sapi ingon adalah sebutan untuk sapi-sapi yang diternak di perkebunan jati dan karet di kecamatan Mijen, kota Semarang karena memanfaatkan kebun jati dan karet sebagai lahan peternakan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Golongan Sapi Potong dan Kerja
Sapi-sapi yang sekarang ada dan tersebar hampir di seluruh permukaan bumi ini berasal dari jenis-jenis sapi primitif. Sapi-sapi jenis primitif tersebut adalah golongan :
a.       Bos Sondaicus, atau Bos Banteng .
b.      Bos Indicus, atau Sapi Zebu.
c.       Bos Taurusm, atau Sapi Eropa (Bambang Agus Murtidja, 1990: 16)
2.2 Perkembangan  Sapi Potong dan Kerja di Indonesia
Perkembangan ternak sapi potong dan kerja di Indonesia belum begitu memadai dan belum begitu maju seperti negara-negara maju. Hal ini tentu saja banyak faktor penyebabnya, antara lain :
a.       Para petani ternak belum memberikan perhatian sepenuhnya, terutama pada segi pemeliharaan , pemberian makan dan bibit yang dipergunakan.
b.      Konsumen kurang.
c.       Konsumen belum bisa mengharagi mutu daging (AAK, 1991: 12)
2.3 Produksi Ternak Sapi di Indonesia
Sampai saat ini ternak sapi di Indonesia belum bisa memberikan produksi seperti ternak sapi di luar negeri. Hal ini dimaklumi, karena :
a.       Sifat pemeliharaannya masih tradisional.
b.      Tidak ada seleksi terarah.
c.       Belum ada suatu penelitian yang bisa memberikan petunjuk jenis sapi   mana yang bisa digemukan di daerah tropis.














RESUME BUKU ISLAM SONTOLOYO

Di dalam surat kabar Pemandangan beberapa waktu yang lalu , saya membaca satu perkabaran yang ganjil: seorang guru agama dijebloskan ke dalam bui tahanan karena ia memperkosa kehormatan salah seorang muridnya yang masih gadis kecil. Bahwa orang dijebloskan ke dalam tahanan kalau ia memperkosa gadis itu tidaklah ganjil. Dan tidak terlalu ganjil pula kalau seorang guru memperkosa seorang muridnya. Bukan karena ini perbuatan tidak bersifat kebinatangan, jauh dari itu, tetapi oleh karena memang kadang-kadang terjadi kebinatangan semacam itu. Yang saya katakana ganjil ialah caranya si guru itu “menghalalkan” ia punya perbuatan. Sungguh, kalau reportase di surat kabar Pemandangan itu benar, maka benar-benarlah di sini kita melihat ….!!! Suatu perbuatan dosa dihalalkan menurut hukum fiqh.”

“Cobalah kita mengambil satu contoh. Islam melarang kita makan daging babi. Islam juga melarang kita menghina kepada si miskin, memakan haknya anak yatim, menfitnah orang lain, menyekutukan Tuhan Yang Esa itu. Malahan yang belakangan ini dikatakan dosa yang terbesar, dosa datuknya dosa. Tetapi apa yang kita lihat? Coba Tuan menghina si miskin, makan haknya anak yatim, menfitnah orang lain, musyrik di dalam Tuan punya pikiran dan perbuatan. Maka tidak banyak orang yang akan menunjuk kepada tuan dengan jari seraya berkata: tuan menyalahi Islam. Tetapi coba tuan makan daging babi, walau hanya sebesar biji asam pun dan seluruh dunia akan mengatakan tuan orang kafir. Inilah gambarnya jiwa Islam sekarang ini, terlalu mementingkan kulitnya saja, tidak mementingkan isi.
Alangkah baiknya pula kita meninjau sejarah yang telah lampau, mempelajari sejarah itu, melihat dimana letaknya garis menaik dan dimana letaknya garis menurun dari masyarakat Islam, akan menguji kebenaran perkataannya.Tetapi bagaimana kita punya kyai-kyai dan ulama-ulama? Tajwid membaca Quran, hafal ratusan hadits, mahir dalam ilmu syarak, tetapi pengetahuannya tentang sejarah umumnya nihil. Paling mujur mereka hanya mengetahui “tartich Islam” saja. Dan inipun terambil dari buku-bukunya tarich Islam yang kuno, yang tak dapat tahan ujiannya ilmu pengetahuan modern.

Padahal dari tarich Islam inipun saja mereka sudah akan dapat menggali juga banyak ilmu yang berharga. Kita Umumnya mempelajari Hukum, tetapi tidak mempelajari caranya orang dulu mentanfizkan Hukum itu..
“fiqh pada waktu itu hanyalah kendaraan saja, tetapi kendaraan ini dikusiri oleh rohnya etik Islam serta tauhid yang hidup, dan ditarik oleh kuda sembrani yang di atas tubuhnya ada tertulis ayat Quran: “janganlah kamu lembek dan janganlah kamu mengeluh sebab kamu akan menang, asal kamu mukmin sejati”. Fiqh ditarik oleh agama hidup, dikendarai oleh agama hidup, disemangati agama hidup, roh agama hidup yang berapi-api dan menyala-nyala. Dengan fiqh yang demikian itu umat Islam menjadi cakrawati di separuh dunia.
Kebalikannya, bahwa sejak islam studie dijadikan fiqh studie garis kenaikan itu menjadi membelok ke bawah. Menjadi garis yang menurun. Di situlah lantas islam membeku menurut kata Essad Bey, membeku menjadi satu system formil belaka. Lenyaplah ia punya tenaga yang hidup. Lenyaplah ia punya jiwa penarik, lenyaplah ia punya ketangkasan yang mengingatkan kepada ketangkasannya harimau. Kendaraan tiada lagi punya kuda, tiada lagi punya kusir. Ia tiada bergerak lagi, ia mandeg!

Dan bukan saja mandeg! Kendaraan mandeg pun lama-lama menjadi amoh. Fiqh bukan lagi menjadi petunjuk dan pembatas hidup, fiqh kini kadang-kadang menjadi penghalalnya perbuatan-perbuatan kaum sontoloyooo…! Maka benarlah perkataannya Halide Edib Hanoum, bahwa Islam di zaman akhir-akhir ini “bukan lagi agama pemimpin hidup, tetapi agama prokol-bambu” 

RESUME BUKU THE ROAD TO ALLAH

The Road to Allah atau jalan menuju Allah merupakan kumpulan kajian keislaman kang Jalal di mesjid Al-Munawwarah, yang kemudian di susun menjadi sebuah buku seperti di tulis pada kata pengantarnya.Buku ini di bagi menjadi lima bagian dimana setiap bagiannya sekaligus merupakan tahapan perjalanan ruhani menuju Allah swt.
Perjalanan ruhani atau penyucian diri menuju Allah swt atau biasa diistilahkan dengan tasawuf, diawali rasa cinta. Hanya dengan cinta ibadah dan pengabdian terhadap Allah swt dilakukan dengan tulus dan hati bersih. Karena sesungguhnya kekuasaan Allah swt yang meliputi segala sesuatu tidak membutuhkan ibadah dan pengabdian makhluknya. Rasa cinta, terlebih pada sesuatu yang abstrak dalam hal ini Allah swt, tidaklah datang dengan sendirinya. Yang perlukan adalah belajar mencintai
Pelajaran mencintai tahap dasar adalah belajar mencintai makhluk Allah; pasangan kita, anak-anak . Selanjutnya kita harus berusaha mencintai hal-hal yang bersifat abstrak. Mengutip sebuah hadis; “Cintailah Allah atas segala anugrah-Nya kepadamu, cintailah aku atas kecintaan Allah kepadaku, dan cintailah keluargaku atas kecintaanku kepada mereka.”
Perjalanan selanjutnya adalah meninggalkan perbedaan. Perbedaan pendapat atau mazhab tak jarang memunculkan perselisihan. Masing-masing merasa pendapat ulama (mazhab) nya yang paling benar. Yang perlu disadari adalah, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan harus diterima selama tafsirannya berasal dari rujukan yang sama Alqur’an dan sunnah Rasulullah saw. Seperti pendapat kang Jalal tentang keutamaan jihad, yang mungkin berbeda dengan ulama lain. Dalam bukunya ini kang Jalal berpendapat, jihad yang paling utama adalah berbakti pada orang tua dan memenuhi hak pada keluarga terlebih dulu, dengan merujuk QS Bani Israil ayat 26). “Berikanlah hak pada keluarga yang dekat, lalu orang miskin, orang yang berada dalam perjalanan, dan janganlah kamu berbuat boros seboros-borosnya.”
Singkatnya perjalanan manusia menuju Allah swt adalah perjalanan kesucian. Sebuah proses pembersihan diri yang dapat dilakukan melalui tiga hal; istighfar, taubat dan melakukan amal shaleh. Kecenderungan diri merasa lebih baik dari orang lain, bangga diri terhadap amalan yang telah dilakukan, bersikap ujub dan terpancing untuk ghibah menjadi penghalang proses pembersihan diri. Namun pernghalang itu dapat dilalui jika kita bisa mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, berdoa untuk memperoleh hati yang khusyuk, berzikir, membalas kebencian dengan kasih sayang berkhidmat dan membersihkan hati dari hasad.
Mengutip sabda nabi saw;”orang yang hebat itu bukanlah orang yang dengan muda membantingkan kawannya. Orang kuat adalah orang yang mampu menguasai nafsunya ketika marah.”

Perihal nafsu, dalam bahasa arab dua syahwat itu teriri dari ‘syahwat seks’ dan ‘syahwat perut’.syahwat perut tidak terbatas pada makan dan minum. Kedalamnya termasuk segala cara memuaskan kesenangan-kesenangan fisik dengan uang. Istilah tepatnya mungkin perilaku konsumtif.

Hati yang khusyuk berarti mampu menghadirkan Allah swt dalam setiap perbuatan. Sehingga apapun yang kita lakukan didasari karena Allah dan hanya takut kepada-Nya. Ajaran kesucian lain yang mampu mendekatkan kita kepada Allah swt adalah membalas kebencian yang diterima dengan kasih sayang. Ini mengingatkan saya pada kisah yang dialami nabi saw dan seorang kafir yang selalu meludahi nabi saw setiap beliau lewat. Sampai suatu hari nabi tidak mendapati ludah yang mendarat di tubuhnya. Beliau bertanya kemana gerangan orang yang biasa meludahinya. Ternyata orang itu sakit lalu beliau menjenguknya. Sejak saat itu orang kafir itu masuk islam.

Zikir adalah amalan yang tidak dibatasi waktunya, bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Allah swt berfirman dalam QS Al-Jumuah (62): 10; Setelah selesai menunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, dan berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya. Supaya kamu beruntung.”Manusia sering mengorbankan kesehatannya, tubuhnya, bahkan jiwanya demi harta. Oleh karena itu, pengkhidmatan dengan harat adalam islam lebih didahulukan daripada pengkhidmatan dengan jiwa. Contoh pengkhidmatan dengan harta yang merupakan salah satu rukun Islam adalah mengeluarkan zakat
Rasullullah saw bersabda; “Hasad memakan habis kebaikan seperti api memakan habis kayu bakar.” Hadis ini menunjukkan bahaya besar hasad atau kedengkian, yang bisa menghancurkan seluruh amal saleh yang kita lakukan. Hasad dapat diartikan sebagai kebencian terhadap nikmat yang diperoleh orang lain dan keinginan agar nikmat itu lepas dari orang terebut. Hasad hanya dapat dihilangkan dengan pengobatan melalui amal. Beramal melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perasaan dengki kita

Penyucian diri adalah suatu perjalanan yang terus menerus, jika berhenti pada proses ini, akan jatuh kembali ke tingkat serendah-rendahnya. Salah satu gangguna paling besar dan berbahaya ketika mendekati Allah swt adalah kepuasaan diri (I’jab). Merasa kagum akan kesucian diri yang telah dicapai. Ketika timbul perasaan inilah seseorang kembali ke tingkat paling dasar. Untuk itu kita senantiasa Untuk itu kita senantiasa dianjurkan selalu memohon kepada Allah swt agar kita diberi Husnul Khatimah, akhir yang baik. Supaya Allah swt selalu meneguhkan langkah-langkah kita.

PROSPEK USAHA KRUPUK UDANG

 Prospek Usaha Krupuk Udang
Udang merupakan salah satu makanan laut yang cukup digemari di Indonesia. Dengan wilayah geografis Indonesia yang sebagian besar adalah lautan, tidak sulit untuk mendapatkan udang sebagai bahan makanan. Selain dikonsumsi dengan cara dimasak, udang juga diolah menjadi bahan lain seperti terasi atau kerupuk udang.
Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai makanan   berupa kerupuk, salah satunya kerupuk udang. Selain memiliki rasa yang enak, harganya pun  cukup terjangkau dan murah. Usaha kerupuk udang bisa dilakukan baik ituindustri besar, usaha  kecil menengah bahkan usaha kecil atau usaha rumahan sebab proses membuatnya sangat  mudah.
Jenis kerupuk bisa di bedakan menjadi 2, yaitu kerupuk dengan bahan baku tepung saja (tapioka  atau tepung lain) dengan kerupuk dengan bahan baku tepung tapioka dengan campuran udang  atau ikan. Untuk usaha kerupuk dengan bahan tepung saja misalnya kerupuk Kasandra dengan  bahan baku yang digunakan adalah tepung tapioka, kerupuk Puli yang di buat dari tepung terigu  dengan tepung taipoka maupun kerupuk inpala yang di buat dari tepung gaplek dengan tepung  tapioka. Selain kerupuk di atas yang di buat dari tepung baik di campur udang maupun tidak, ada  juga usaha kerupuk kulit di mana kerupuk di buat dari kulit kerbau.
Umumnya setiap pengusaha tidak hanya menjual satu jenis kerupuk, mereka akan membuat  beberapa jenis kerupuk sekaligus di sebabkan cara membuat kerupuk dan peralatan membuat  kerupuk umumnya sama. Mesin yang umumnya di tambahkan adalah mesin pencetak  disesuaikan dengan bentuk kerupuk. Pengusaha akan membagi jenis kerupuk apa yang hendak  di buat, walau begitu usaha kerupuk udang bisa di bilang lebih mempunyai peluang usaha. Hal ini  di karenakan selain semua menyukainya, kerupuk udang sudah menjadi hidangan pelengkap  saat makan ataupun saat ada acara khusus seperti pesta, tidak ada kerupuk lain yang seperti ini.

a.      Aspek Teknis dan Produksi
ü Lokasi Usaha
Lokasi pabrik diusahakan letaknya harus strategis serta ditunjang oleh sarana dan prasarana seperti dekat dengan jalan raya, perumahan dan pasar, serta fasilitas umum lainya sehingga memudahkan untuk akses pembelanjaan dan pemasaran.

ü Bahan baku
Pembuatan krupuk udang membutuhkan bahan baku utama berupa daging udang halus, tepung tapioca,telur bebek, garam,soda,  gula, bawang putih, minyak dan yang lainya. Pemenuhan bahan baku utama diperoleh dengan cara membeli dari pasar.

ü Tenaga kerja
Diusahakan untuk tenaga kerja memakai orang-orang yang dekat dengan lingkungan perusahaan yang kita dirikan tersebut, karena selain dapat membantu mereka juga berperan dalam menciptakan hubungan yang baik antara perusahaan dengan lingkungan sekitar.

ü Teknologi
Teknologi yang digunakan pada usaha krupuk udang ini tergolong semi modern, meskipun proses pencetakan masih menggunakan mesin hidrolik akan tetapi pada proses lainya masih mengguanakan alat tradisional. Berupa ebek, kemudian pada pengukusan juga masih mengguanakan sarang, sampai pada proses pengemasanya pun masih memerlukan bantuan tangan manusia.

ü Proses produksi
Proses pembuatan krupuk uadang sangat sederhana yaitu terdiri dari aktivitas pembuatan bumbu, pembuatan adonan krupuk, pencetakan, pengukusan, penjemuran,penggorengan serta tahap akhir adalah pendistribusian kepada pedagang. Cuaca berpengaruh terhadap proses produksi, apabila musim panas maka usaha ini melakukan produksi secara maksimal.
b.      Aspek Ekonomi
Usaha pembuatan kerupuk udang umumnya terdiri atas usaha perorangan dan usaha kelompok.  Usaha perorangan banyak tersebar di seluruh wilayah di luar sentra industri, sedangkan usaha  kelompok banyak terdapat di wilayah wilayah sentra industri. Jumlah produksi usaha perorangan  relatif lebih rendah dengan wilayah pemasaran fokus ke dalam negeri. Sedangkan, usaha  kelompok memiliki skala usaha yang lebih besar sebab merupakan gabungan dari beberapa usaha  perorangan dengan jumlah produksi lebih banyak serta wilayah pemasaran lebih luas sampai ke  luar negeri terutama wilayah  asia, Amerika serta Timur tengah.
Kerupuk yang terbuat dari bahan dasar udang bisa dijual setengah jadi dan juga bisa dijual dalam keadaan siap makan dengan laba yang lebih besar. Kerupuk udang memang belum begitu populer, namun dilihat dari kandungan gizi dan ketersediaan bahan yang cukup melimpah tidak mustahil ini menjadi potensi bisnis yang  bagus. Selain itu dorongan pada pengembangan ekonomi kreatif bisa diwujudkan dengan kerupuk udang.
a)    Produk
Produk yang ditawarkan oleh usaha krupuk udang ini adalah jenis krupuk berwarna putih yang sering dijumpai ditoko-toko kecil dan warung-warung makan. Oleh karena itulah aspek ekonomi sangat berpotensi tinggi pada usaha krupuk ini karena langsung didistribusikan ke toko – toko dan warung – warung secara langsung. Sehingga penghasilan mengalir setiap hari.
b)    Harga
Penetapan harga krupuk udang ini ditentukan melalui kesepakatan antara pimpinan dan para pedagang yang ada di usaha krupuk udang ini.hal ini karena usaha  krupuk udang hanya sebagai suplaier terhadap para pedagang. Harga yang ditetapkan oleh usaha krupuk udang ini untuk para pedagang adalah Rp.300, perbiji. Pedagang bertanggung jawab penuh apabila krupuk yang dipasarkan tidak habis dijual.

c.       Aspek Sosial
a)        Konsumen
Umumnya setiap orang suka kerupuk udang. Bahkan makanan ringan ini tidak hanya menjadi camilan saja, namun juga sering dijadikan sebagai pelengkap aneka hidangan dalam sebuah acara hajatan besar. Karena itu Produsen bisa membidik konsumen rumah tangga maupun pelaku bisnis restoran, hotel, swalayan, maupun toko oleh-oleh di sekitar kita untuk memasarkan kerupuk udang yang kita produksi.

b)       Manfaat Udang untuk Kesehatan


Beberapa manfaat keseahtan yang bisa kita dapatkan dari mengonsumsi udang antara lain :

1. Menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung) karena kandungan asam lemak esensialnya akan menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penggumpalan kepingan darah atau ateroskeloris.

2. Memenuhi kebutuhan protein dengan asam amino berprofil lengkap yang mudah diserap tubuh. Baik dikonsumsi bagi kita yang ingin menambah massa otot.

3. Sangat cocok untuk menu diet karena tinggi protein dan rendah kalori.

4. Memaksimalkan berbagai fungsi organ-organ vital tubuh karena berbagai kandungan vitaminnya.

5. Sebagai 
antioksidan yang mampu menjaga kesehatan fungsi kekebalan tubuh, anti radikal bebas penyebab 50 macam penyakit degeneratif dan membantu produksi antibodi dengan kandungan selenium yang sangat tinggi.
6. Membantu bekerjanya lebih dari 70 macam enzim, hormon, dan proses biosintesa dalam tubuh dengan kandungan zinc-nya

7. Membantu meningkatkan kecerdasan dan pertumbuhan anak dengan kandungan vitamin D, B12 dan Omega 3

8. Mencegah penyakit darah rendah  anemia dan berperan dalam pembentukan sel darah merah karena kandungan besi dan zinc-nya yang tinggi.

9. 
Menjaga kesehatan mata dengan kandungan vitamin A.

10. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit pellagra (kulit burik dan bersisik) dengan kandungan vitamin E dan niasin yang tinggi.

11. 
Menjaga kesehatan tulang, gigi dan sendi dengan kandungan vitamin D, kalsium dan potassium yang tinggi.

c.          keberadaan usaha krupuk udang didaerah sekitar tidak menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyrakat setempat. Hal ini dikarenakan mesin-mesin yang beroprasi tidak menimbulkan kebisingan, selain itu dengan adanya usaha krupuk udang ini wilayah setempat menjadi ramai, serta menambah lapangan usaha bagi masyrakat yang berada didaerah sekitar usaha krupuk udang tersebut.

UNIT PELAYANAN JASA DAN ALAT PERTANIAN

UNIT PELAYANAN JASA DAN ALAT PERTANIAN

Program pembangunan pertanian yang berorientasi pada sistem  agribisnis dan agroindustri, pada pokoknya harus dikembangkan agar sesuai dengan proses pergeseran mendasar dari masyarakat tradisional/subsistem menjadi masyarakat modern berbasis pertanian yang merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya usaha agribisnis dan agroindustri secara komersial untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani di perdesaan. Upaya-upaya pembangunan pertanian tersebut dilaksanakan dengan pendekatan sistem agribisnis dan agroindustri yang berarti mencakup upaya-upaya pada keseluruhan sub-sub sistem agribisnis yang meliputi subsistem hulu yang termasuk di dalamnya adalah sarana produksi pertanian (agrokimia, alat mesin pertanian, perbenihan/pembibitan); subsistem produksi pertanian (budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan); dan subsistem hilirnya yang termasuk diantaranya pasca panen, pengolahan, pemasaran dan distribusi hasil pertanian serta subsistem jasa pendukungnya.
Penerapan dan pengembangan sarana alat mesin pasca panen dalam mendukung pembangunan agribisnis dan agroindustri mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka meningkatkan efisiensi produksi, menekan kehilangan hasil, dan meningkatkan mutu hasil pertanian.  Sarana alat mesin pasca panen merupakan salah satu masukan teknologi yang mendukung pengembangan sistem agribisnis dan agroindustri yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi, dimana keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat tani di perdesaan. 
Sarana alat dan mesin pasca panen kini telah menjadi kebutuhan dasar dalam mendukung keberhasilan pembangunan agribisnis dan agroindustri nasional.  Dalam rangka akselerasi pengembangan sarana alat dan mesin pasca panen tersebut, pemerintah telah mengembangkan berbagai program yaitu salah satu diantaranya melalui pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin (UPJA) pasca panen dan Lumbung Desa Modern (LDM).
Pengembangan UPJA pasca panen dan LDM sangat terkait dengan peningkatan kinerja pengembangan usaha agribisnis dan agroindustri, terutama dalam hal kelancaran penyediaan alat mesin pasca panen dan bahan baku industri baik dalam jumlah maupun mutu serta kontinyuitasnya.  Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu bentuk pengembangan kemitraan usaha yang melibatkan petani/kelompok tani sebagai produsen, UPJA, LDM dan bengkel dengan perusahaan/industri pengolahan pangan dan pakan ternak. Bila memungkinkan atau bila di sekitar perusahaan/industri pengolahan pangan dan pakan tidak terdapat UPJA dan atau LDM, maka perusahaan tersebut dapat mengembangkan usaha jasa alat mesin pasca panen dan bengkel secara mandiri.
Kemitraan usaha antara perusahaan/industri pengolahan pangan dan  pakan dengan petani, UPJA dan atau LDM perlu dilakukan untuk mendorong pengembangan dan mengoptimalkan alat mesin pasca panen melalui penyediaan dan perbaikan alat mesin pasca panen, penyediaan suku cadang serta bimbingan teknis dan manajemen usaha jasa alat mesin pasca panen di suatu wilayah/daerah. Dengan berkembangnya kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat alih teknologi kepada masyarakat tani, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, memperbaiki penanganan pasca panen, menurunkan kehilangan hasil dan perbaikan mutu hasil yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkataan kinerja dari industri pengolahan pangan dan atau pakan ternak serta terbentuknya sistem industrialisasi pertanian dalam menunjang pembangunan agroindustri di perdesaan.

MEKANISASI PERTANIAN

BAB I
PENDAHULUAN
Traktor tangan atau traktor roda dua merupakan salah satu sumber tenaga dalam bidang pertanian. Traktor dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan pertama, pengolahan tanah kedua,penanaman, penyiangan, pemupukan dan alat transportasi. Manfaat tersebut dapat dirasakan apabila pada traktor tersebut telah ditambah implemen.
Sebuah traktor tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah apabila tidak dipasang implemen(alat tambah). Fungsi traktor dalam mengolah tanah hanya sebagai sumber tenaga.Implemen tidak terpasang secara permanen pada traktor, hal ini disengaja supaya traktor dapat dipasangkan dengan berbagai jenis implemen sesuai kebutuhan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong.
Di bidang pertanian telah dikenal enam jenis sumber tenaga penggerak peralatan pertanian pertanian diantaranya adalah manusia, ternak, angin, air, listrik dan motor bakar. Masing-masing sumber tenaga tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan . Dari keenam sumber tenaga tersebut sampai saat ini motor bakar memperlihatkan kemungkinan penggunaan yang lebih luas.
Salah satu usaha dalam meningkatkan produksi pertanian adalah sumber tenaga yang baik Sumber tenaga dibidang pertanian ada bermacam-macam yaitu manusia, ternak, motor bakar dan banyak lagi. Sumber tenga yang palig umum digunakan pada pengolahan tanah adaah manusia, ternak dan motor bakar. Penggunaan sumber tenaga dibidang pertanian antara lain : sumber tenaga untuk menarik bahan pada pengolahan lahan, penyiangan, penanaman, pemanenan dan lain sebagainya, tenga untuk memutar pada belt, gigi, rantai dan lain-lainnya.
Manusia mempunyai tenaga sekitar 74,6 watt, sehingga untuk bekerja secara terus menerus kurang efisien dan kurang efektif. Sumber tenaga manusia akan dibutuhkan pada keadaan yang mana tenaga ternak dan traktor tidak dapat dioperasikan biasanya pada lahan yang sempit dan curam. Sumber tenaga ternak sangat berperanan di Negara-negara yang berkembang, hal ini dsebbkan karena tenaga ternak cukup murah harganya, dan mudah didapat dan juga menghasilkan kemampuan yang lebih besar dari pada tenaga manusia.
Tenaga motor sebagai sumber tenaga yang paling mutakhir di bidang pertanian. Penggunaan traktor dibidang pertanian akan meningkatkan kapasitas lapang, menguragi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi kelelahan dalam bekerja.Pada saat ini traktor merupakan sumber tenaga yang paling besar untuk pengolahan tanah. Traktor adalah salah satu bentuk dari motor bakar.
Traktor adalah suatu sumber tenaga lain yang sebagai hasil dai pengembangan penggunaan motor bakar sebagai unit tenaga. Keterbatasan motor bakar sebagai sumber tenaga tarik atau dorong dapat diatasi dengan adanya traktor. Traktor disamping sebagai tenaga tarik atau dorong dapat juga digunakan sebagai sumber tenaga putar.
Pengolahan lahan yang secara mekanis di Indonesia sudah dimula sekitar tahun 1905 – 1906 di PG. Ketanggungan Barat dan PG. Tertana Baru dengan menggunakan LOKO, yang sebagai sumber tenaga untuk menarik atau disebut juga tenaga tarik. Penggunaan traktor sebagai sumber tenaga menarik alat pengolahan tanah (bajak) diperkenalkan pada tahun 1914 (Noerman Kartohadikoesoema, 1983). Sejak 1950, pemerintah telah memulai menaruh perhatian dalam mengembangkan tenaga-tenaga mekanis. Perkembangan ini yang pesat, terutama dalam bidang kegiatan pengolahan hasil pertanian.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan pertanian diikuti juga dengan kenaikan penggunaan peralatan mekanis. Moens dan Wanders (1981) mengemukakan bahwa ada tiga macam energi dibidang pertanian yaitu : manusia, ternak dan mekaanisme (tenaga yang berasal dari bahan bakar bumi). Di Indonesia sendiri pada tahun 1977 banyak orang yang telah aktif dibidang produksi pertanian. Traktor ada tiga kelompok yaitu : traktor tangan yang dua roda, traktor kecil empat roda dan traktor yang berukuran sedang . Traktor tangan dan traktor kecil banyak digunakan di sawah sedangkan traktor yang berukuran sedag biasanya digunakan di perkebunan-perkebunan yang besar.
Motor bakar adalah suatu alat mekanisme atau mesin yang merubah tenaga panas dari suatu bahan yang dapat terbakar menjad tenaga yang dapat dipergunakan. Motor bakar disebut juga motor kalor , yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau yang mengubah energi termal menjadi energi mekanik. Enargi termal dapat diperoleh dalam proses pembakaran,  proses fisi bahan bakar nuklir atau proses yang lain.
Kapasitas traktor ditentukan oleh tenaga aktif dari motor, konstruksi traktor, dan keadaan kerja. Tenaga motor bakar umumnya dignkan untuk gerakan stasioner, meggerakkan traktor, menarik peralatan dan alat-alat melalui p.t.o. Untuk mesin-mesin yang stasioner tenaga yang tersedia kira-kira 85-90%, sedangkan sisanya hilang karena adanya gesekan pada gear box traktor.
Faktor yang menentukan tenaga maksimal adalah tanah meliputi berat, distribusi berat, besar roda, bentuk keadaan ban, extensi roda dan sebagainya. Beberapa tenaga yang ada pada traktor antara lai :
  1. Indicative power yaitu kemampuan tenaga kerja di dalam silinder. Tenaga ini yang menekan piston yang dapat dihitung.
  2. Brake power yaitu tenaga yang tersedia pada roda gila dan dengan memperhatikan tenga untuk mengatasi gesekan. Untuk mengetahui kehilangan tenaga dipergunakan electric dynamo meter.
  3. PTO Power yaitu tenaga dhasilkan oleh PTO. Untuk mengukur digunakan dynamometer.
Peralatan yang digunakantraktor dalam mengolah tanah sangat beragam. Dalam pemilihan peralatan untuk penglahan tanah harus diperhatikan hubungan karakteristik peralatan dengan tanah atau lahan yang diolah. Beberapa peralatan pengolahan tanah yang ditarik traktor antara lain :
  1. Bajak singkal, yang dipergunakan untuk pengolahan tanah yang mempunyai lahan/tanah rumput , tanah yang bersih dari akar dan batu
  2. Bajak piring, yang dipergunakan juga untuk penglahan tanah, tanah/lahan yang umumnya dipergunakan bajak piring adalah tanah plastis, berbatu, berakar, alang-alang, keras, kasar dan lain sebagainya. Bajak piring bentuknya bulat cekug seperti piring atau alat penggoregan dengan garis tengah 60-80 cm.
  3. Bajak rotary, dibedakan dari segi konstruksinya terhadap bajak piring maupun bajak singkal. Hasil pembajakan dengan bajak rotary memberikan hasil oleh yang langsung hancur dan merata, karena jenis bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary putar yang menghancurkan tanah. Gerakan putar pisau diatur dengan system penyaluran tenaga dari proses mesin traktor
  4. Penggaruan, digunakan pada penglahan tanah yang menggunakan alat yaitu garu piring dan garu sisir. Pada umumnya peggaruan mempunyai tujuan untuk lebih menghacurkan tanah dan meratakan permukaan tanah setelah dilakukan pembajakan lebih dahulu.


BAB III
ALAT DAN PROSEDUR KERJA
3.1       ALAT dan Bahan
1.      Traktor tangan
2.      Implemen traktor (bajak singkal,gelebeg dan garu)
3.      Meteran
4.      Solar (bahan)
3.2       CARA KERJA
A.      Menghidupkan Traktor Tangan
1)      Sebelum menghidupkan mesin traktor lakukan pengecekan terhadap komponen berikut :
a.      Cek tangki bahan bakar dan air radiator, pastikan bahan bakar terisi dan radiator terisi penuh sesuai batas rekomendasi.
b.      Pastikan V-belt dalam posisi kendur / tidak bekerja. Tuas kopling utama tidak ditarik/dalam posisi OFF
c.       Ganti ban dari ban karet keroda besi
2)      Sebelum menghidupkan traktor pastikan posisi traktor ditempat yang datar
3)      Tarik tuas gas sedikit sampai melewati batas”STOP” jangan terlalu dalam/penuh
4)      Hidupkan mesin dengan engkol. Mula-mula engkol dipasang kemudian sambil menarik alat penurun kompresi engkol diputar beberapa kali secara bertahap dan perlahan hingga cepat kemudian tuas engkol dilepas bersamaan dengan tuas dekompresi.
5)      Atur kembali tuas gas agar mendapat putaran mesin/rfm yang ideal

B.      Menjalankan Traktor
1)      Setelah mesin hidup kemudian tarik batang penahan traktor bagian depan “standar” selanjutnya tarik tuas kopling utama. Pastikan tuas gas tidak terlalu kencang.
2)      Atur stang kemudian agar arah traktor lurus. Stang kemudi dipegang dengan tangan lentur tidak kaku.
3)      Pindahkan traktor dari garasi/ lab ke lapangan.

C.      Memasang Implemen Pengolah Tanah
1)      Setelah mencapai lapangan matikan mesin traktor kemudian ganti ban traktor dengan roda besi
2)      Pasang implemen pengolahan tanah(bajak pengolahan tanah pertama dan garu untuk pengolahan tanah kedua)
D.     Pengolahan Tanah
1)      Setelah semua peralatan terpasang hidupkan kembali mesin traktor
2)      Tarik tuas perseneling utama arahkan traktor agar lurus sesuai dengan areal lahan. Kemudian atur gas agar memperoleh tenaga/traksi yang cukup untuk pengolahan tanah
3)      Untuk membolehkan traktor tarik tuas pembelok yang berada dibawah stang kemudi. Untuk belok kiri maka tuas pembelok kiri yang ditarik dan begitu pula sebaliknya untuk belok kanan yang ditarik adalah tuas pembelok kanan. Apabila tuas pembelok ditarik bersamaan traktor akan berhenti bergerak.
4)      Untuk mengganti implement matikan dulu mesin traktor kemudian ganti implement sesuai kebutuhan.
5)      Lakukan pengolahan tanah sesuai dengan pola pada gambar