Sabtu, 17 Mei 2014

LAPORAN MIKRO ORGANISME LOKAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Mol adalah singkatan dari Mikro Organisme Lokal yang artinya cairan yang terbuat dari bahan – bahan alami yang disukai sebagai media atau tempat hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna mempercepat penghancuran bahan – bahan organik atau dekompeser dan sebagai aktivator nutrisi bagi tumbuhan yang segaja dikembangkan dari mikroorganisme.
                                               
Pupuk merupakan nutrisi atau unsur hara yang ditambahkan kepada tanaman, dimana tanaman kekurangan akan unsur hara. Nutrisi pupuk dapat berupa bahan organik atau non organik ( mineral ). Pupuk berbeda dengan suplemen. Pupuk mengandung bahan bakar yang diperlukan pertumbuhan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme.
Pupuk dapat berupa pupuk organik dan pupuk kimia. Pupuk kimia merupakan pupuk berasal dari bahan-bahan kimia sehingga sangat berefek negatif pada lingkungan dan menurunkan kuantitas dari tanaman, sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa pembusukan atau pengomposan. Pupuk organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, ataupun kotoran ayam. Pupuk organik biasanya berupa zat padat. Akan tetapi, pupuk organik juga dapat berupa pupuk cair.
Pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Salah satu pupuk organik cair adalah MOL (Mikro Organisme Lokal).
MOL adalah larutan dari hasil fermentasi yang berasal dari sisa-sisa pembusukan yang mudah terurai. MOL yang akan dibuat pada praktikum kali ini berasal dari bermacam-macam sayuran yang hampir busuk seperti kol, caisin, petcay, mentimun dan yang lainya. Mikro Organisme Lokal mempunyai keuntungan karena biaya yang dibutuhkan murah dan pembuatannya sangat mudah.
Hasil dari MOL yang dibuat berupa larutan. Larutan MOL dapat digunakan sebagai dekomposer karena larutan MOL mengandung bakteri yang berpotensi merombak bahan organik. Akan tetapi Larutan mol juga mengandung unsur hara mikro dan unsur hara makro.
Dengan adanya MOL, maka akan memudahkan petani dalam membutuhkan pupuk cair yang bersifat organik dan murah sehingga penggunaan pupuk kimia akan berkurang.

1.2     Tujuan
 Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan mol limbah hijauan sayuran.
1.3     Alat dan Bahan
Alat          :
·         Pisau
·         Ember
·         Saringan
·         Gayung
·         Tatakan kayu
·         Plastik
·         Tali
Bahan      :
·         20 kg limbah sayuran hijau (kol)
·          garam
·         gula merah
·         air cucian beras
 1.1     Cara kerja
a.      Limbah sayuran hijauan diiris – iris hingga menjadi potongan-potongan kecil dan masukan kedalam drum plastic, setiap lapisan setebal 20 cm dan taburkan garam sampai rata, lanjutkan dengan berlapis-lapis seperti diatas sampai kedua bahan habis.
b.      Isi ember dengan air cucian beras dengan perbandingan 1:1,
c.       Haluskan gula merah, kemudian masukan ke dalam ember yang berisi air cucian beras,
d.      Mulalah memotong limbah yang berukuran besar,
e.       Masukan limbah sedikit demi sedikit kedalam ember, aduk sampai merata.
f.       Setelah merata tutup ember dengan plastik dan berikan sedikit air diatas plastik,
g.      Simpan selama kurang lebih 2 minggu dan pastikan kedap udara.

BAB II
LANDASAN TEORI
MOL dapat dikatakan salah satu jenis pupuk cair. Mol juga memiliki kandungan unsur hara dan unsur hara mikro. MOL sangat berperan dalam perangsang tanaman dan sebagai pengendalian hama dan penyakit tanaman. MOL (Mikro Organisme Lokal) merupakan pemanfaatan bakteri yang bermanfaat di sekitar yang berguna sebagai dekomposer. MOL dapat berasal dari hasil pembusukan yang telah difermentasikan. Semakin busuk dan halus bahan yang difermentasikan maka akan semakin cepat menjadi MOL.
            MOL yang berasal dari buah-buahan yang sedang dibuat, yang telah/hampir busuk merupakan pembuatan MOL yang relatif cepat dan efisien karena buah tersebut memiliki daging buah yang halus sehingga mudah untuk busuk. Dalam pembuatan MOL yang lebih cepat maka bakteri dalam larutan MOL membutuhkan glukosa, sumber bakteri, dan karbohidrat.

1)      Glukosa
Glukosa berperan dalam sumber energi dalam mikroba yang bersifat spontan, artinya lebih mudah untuk dimakan. Glukosa yang dibuat dalam praktikum ini adalah gula jawa yang telah diiris/dihaluskan serta air kelapa.
2)      Mikroorganisme lokal/sumber bakteri
Sumber bakteri dalam MOL yang diperoleh berasal dari buah-buahan yang telah busuk. Bakteri yang tersedia dalam MOL biasanya lebih dari satu jenis bakteri. Jenis bakteri yang terdapat seperti Pseudomona sp, Bacillus s, bakteri pelarut pospat, danAzospirillum sp, dll. Walaupun dalam praktikum tidak adanya identifikasi jenis bakteri. Akan tetapi dapat diperoleh dari literatur yang telah diidentifikasi.
3)      Karbohidrat
Karbohidrat dalam MOL sangat dibutuhkan oleh bakteri pengurai yang digunakan sebagai sumber energi. Akan tetapi, karbohidrat tidak ada ditambahkan dalam praktikum ini. Karbohidrat dapat berupa beras, gandum, ubi, kentang dan singkong

ü  MOL dari Sayuran
MOL yang digunakan dalam praktikum ini adalah MOL dari sayuran yang telah busuk dan mudah untuk difermentasikan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Hasil dari MOL ini dapat disemprotkan langsung ke tanaman dan dapat digunakan sebagai dekomposer dalam pengomposan.
ü  Penggunaan MOL
MOL dapat digunakan langsung disemprotkan ke tanaman dalam meningkatkan kesuburan tanaman dan juga dalam meningkatkan kesuburan tanah. Mol dapat langsung dimanfaatkan tanaman karena sudah berupa larutan.
MOL dapat digunakan dalam proses penguraian pengomposan. Misalnya, pengomposan pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi karena MOL mengandung bakteri pengurai di dalam larutannya.
ü  Manfaat MOL
Adapun manfaat dari MOL adalah sebagai berikut :
a.       Menyediakan ketersediaan unsur hara yang sangat cepat karena udah berupa larutan.
b.      Dapat disemprotkan langsung oleh tanaman, sehingga diserap melalui dedaunan tanaman.
c.       Dapat digunakan sebagi dekomposer dalam pengomposan.
d.      Mengendalikan hama dan penyakit dan tanaman.
e.       Mengurangi penggunaan pestisida yang dapat menurunkan kualitas tanaman.
f.       Dengan adanya MOL maka sisa-sisa sayuran yang busuk ataupun yang lain dapat dimanfaatkan.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Aspek yang diamati
Hasil pengamatan
Warna
Cokelat kehitaman
Tekstur
Lembek dan lengket
Struktur
Sebagian telah hancur, sebagiannya lagi masih  berupa limbah sayuran.
Aroma
Sedikit berbau busuk

3.2 Pembahasan
MOL (Mikro Organisme Lokal) yang dibuat pada praktikum kali ini berasal dari sayur-sayuran sisa-sisa konsumsi. Semakin busuk dan halus sisa sayuran yang akan difermentasikan maka akan semakin cepat untuk terurai sehingga akan lebih cepat menjadi MOL. Untuk mempercepat penguraian di dalam larutan MOL, maka ditambahkan sumber makanan bagi bakteri yang terdapat dalam larutan MOL. Sumber makanan dapat berupa glukosa dan karbohidrat. Sumber makanan digunakan bakteri sebagai energi dalam dekomposer sisa sayuran yang akan dijadikan MOL.
            Di dalam timbunan bahan-bahan organik pada pembuatan kompos, terjadi aneka perubahan hayati yang dilakukan oleh mikroba. Akibat perubahan tersebut berat dan isi bahan kompos menjadi sangat berkurang. Sebagian besar senyawa yang ada didalam kompos tersebut akan menghilang menguap ke udara. Kadar senyawa N yang larut akan meningkat. Dalam pengomposan, kadar abu dan humus makin meningkat. Pada perubahan selanjutnya, akan diperoleh bahan yang berwarna coklat kehitaman. Bahan dengan kondisi seperti itu sudah siap digunakan sebagai pupuk.

Beberapa masalah yang dihadapi saat pembuatan kompos secara anaerob dalam plastik, yaitu
  1. Bau kompos yang busuk dan sangat menyengat
  2. Didalam plastik terdapat banyak air. Hal ini disebabkan karena dalam proses pembusukan menghasilkan air, kemudian air tersebut tertahan dan tidak bias keluar. Masalah ini dapat diatasi dengan membuang air tersebut kemudian menutup rapat-rapat kembali plastic.
  3. Jika plastic bocor maka air akan berceceran dilantai dan menimbulkan bau serta mengundang lalat, akhirnya banyak larva lalat yang yang berkembang biak dilantai.
Dari praktikum yang telah dilakukan praktikan telah berhasil membuat MOL . adapun kriteria MOL dikatakan berhasil menurut literature apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat MOL hancur terdekomposisi oleh mikroba
2.      Pada awal pembuatan MOL berbau sangat tidak sedap. Namun saat MOL matang baunya tidak lagi menyengat tapi berbau seperti bau masam
3.      Tidak terdapat belatung didalamnya
4.      MOL-nya tidak sekeruh saat pertama kali dibuat.

BAB IV
PENUTUP
Dari hasil paktikum yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan Mikro Organisme Lokal (MOL), antar lain :
  1. Bahanya relative sederhana dan mudah didapatkan serta mudah dipraktekan
  2. Waktu pembuatanya relative singkat
  3. Murah dan ramah lingkungan
  4. Pupuk organic yang dihasilkan mengandung unsur kompleks dan mikroba bermanfaat
  5. Memperbaiki kualitas tanah dan hasil panen
  6. Produk pertanian aman dikonsumsi 





1 komentar: