Minggu, 18 Mei 2014

MEKANISASI PERTANIAN

BAB I
PENDAHULUAN
Traktor tangan atau traktor roda dua merupakan salah satu sumber tenaga dalam bidang pertanian. Traktor dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan pertama, pengolahan tanah kedua,penanaman, penyiangan, pemupukan dan alat transportasi. Manfaat tersebut dapat dirasakan apabila pada traktor tersebut telah ditambah implemen.
Sebuah traktor tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah apabila tidak dipasang implemen(alat tambah). Fungsi traktor dalam mengolah tanah hanya sebagai sumber tenaga.Implemen tidak terpasang secara permanen pada traktor, hal ini disengaja supaya traktor dapat dipasangkan dengan berbagai jenis implemen sesuai kebutuhan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong.
Di bidang pertanian telah dikenal enam jenis sumber tenaga penggerak peralatan pertanian pertanian diantaranya adalah manusia, ternak, angin, air, listrik dan motor bakar. Masing-masing sumber tenaga tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan . Dari keenam sumber tenaga tersebut sampai saat ini motor bakar memperlihatkan kemungkinan penggunaan yang lebih luas.
Salah satu usaha dalam meningkatkan produksi pertanian adalah sumber tenaga yang baik Sumber tenaga dibidang pertanian ada bermacam-macam yaitu manusia, ternak, motor bakar dan banyak lagi. Sumber tenga yang palig umum digunakan pada pengolahan tanah adaah manusia, ternak dan motor bakar. Penggunaan sumber tenaga dibidang pertanian antara lain : sumber tenaga untuk menarik bahan pada pengolahan lahan, penyiangan, penanaman, pemanenan dan lain sebagainya, tenga untuk memutar pada belt, gigi, rantai dan lain-lainnya.
Manusia mempunyai tenaga sekitar 74,6 watt, sehingga untuk bekerja secara terus menerus kurang efisien dan kurang efektif. Sumber tenaga manusia akan dibutuhkan pada keadaan yang mana tenaga ternak dan traktor tidak dapat dioperasikan biasanya pada lahan yang sempit dan curam. Sumber tenaga ternak sangat berperanan di Negara-negara yang berkembang, hal ini dsebbkan karena tenaga ternak cukup murah harganya, dan mudah didapat dan juga menghasilkan kemampuan yang lebih besar dari pada tenaga manusia.
Tenaga motor sebagai sumber tenaga yang paling mutakhir di bidang pertanian. Penggunaan traktor dibidang pertanian akan meningkatkan kapasitas lapang, menguragi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi kelelahan dalam bekerja.Pada saat ini traktor merupakan sumber tenaga yang paling besar untuk pengolahan tanah. Traktor adalah salah satu bentuk dari motor bakar.
Traktor adalah suatu sumber tenaga lain yang sebagai hasil dai pengembangan penggunaan motor bakar sebagai unit tenaga. Keterbatasan motor bakar sebagai sumber tenaga tarik atau dorong dapat diatasi dengan adanya traktor. Traktor disamping sebagai tenaga tarik atau dorong dapat juga digunakan sebagai sumber tenaga putar.
Pengolahan lahan yang secara mekanis di Indonesia sudah dimula sekitar tahun 1905 – 1906 di PG. Ketanggungan Barat dan PG. Tertana Baru dengan menggunakan LOKO, yang sebagai sumber tenaga untuk menarik atau disebut juga tenaga tarik. Penggunaan traktor sebagai sumber tenaga menarik alat pengolahan tanah (bajak) diperkenalkan pada tahun 1914 (Noerman Kartohadikoesoema, 1983). Sejak 1950, pemerintah telah memulai menaruh perhatian dalam mengembangkan tenaga-tenaga mekanis. Perkembangan ini yang pesat, terutama dalam bidang kegiatan pengolahan hasil pertanian.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan pertanian diikuti juga dengan kenaikan penggunaan peralatan mekanis. Moens dan Wanders (1981) mengemukakan bahwa ada tiga macam energi dibidang pertanian yaitu : manusia, ternak dan mekaanisme (tenaga yang berasal dari bahan bakar bumi). Di Indonesia sendiri pada tahun 1977 banyak orang yang telah aktif dibidang produksi pertanian. Traktor ada tiga kelompok yaitu : traktor tangan yang dua roda, traktor kecil empat roda dan traktor yang berukuran sedang . Traktor tangan dan traktor kecil banyak digunakan di sawah sedangkan traktor yang berukuran sedag biasanya digunakan di perkebunan-perkebunan yang besar.
Motor bakar adalah suatu alat mekanisme atau mesin yang merubah tenaga panas dari suatu bahan yang dapat terbakar menjad tenaga yang dapat dipergunakan. Motor bakar disebut juga motor kalor , yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau yang mengubah energi termal menjadi energi mekanik. Enargi termal dapat diperoleh dalam proses pembakaran,  proses fisi bahan bakar nuklir atau proses yang lain.
Kapasitas traktor ditentukan oleh tenaga aktif dari motor, konstruksi traktor, dan keadaan kerja. Tenaga motor bakar umumnya dignkan untuk gerakan stasioner, meggerakkan traktor, menarik peralatan dan alat-alat melalui p.t.o. Untuk mesin-mesin yang stasioner tenaga yang tersedia kira-kira 85-90%, sedangkan sisanya hilang karena adanya gesekan pada gear box traktor.
Faktor yang menentukan tenaga maksimal adalah tanah meliputi berat, distribusi berat, besar roda, bentuk keadaan ban, extensi roda dan sebagainya. Beberapa tenaga yang ada pada traktor antara lai :
  1. Indicative power yaitu kemampuan tenaga kerja di dalam silinder. Tenaga ini yang menekan piston yang dapat dihitung.
  2. Brake power yaitu tenaga yang tersedia pada roda gila dan dengan memperhatikan tenga untuk mengatasi gesekan. Untuk mengetahui kehilangan tenaga dipergunakan electric dynamo meter.
  3. PTO Power yaitu tenaga dhasilkan oleh PTO. Untuk mengukur digunakan dynamometer.
Peralatan yang digunakantraktor dalam mengolah tanah sangat beragam. Dalam pemilihan peralatan untuk penglahan tanah harus diperhatikan hubungan karakteristik peralatan dengan tanah atau lahan yang diolah. Beberapa peralatan pengolahan tanah yang ditarik traktor antara lain :
  1. Bajak singkal, yang dipergunakan untuk pengolahan tanah yang mempunyai lahan/tanah rumput , tanah yang bersih dari akar dan batu
  2. Bajak piring, yang dipergunakan juga untuk penglahan tanah, tanah/lahan yang umumnya dipergunakan bajak piring adalah tanah plastis, berbatu, berakar, alang-alang, keras, kasar dan lain sebagainya. Bajak piring bentuknya bulat cekug seperti piring atau alat penggoregan dengan garis tengah 60-80 cm.
  3. Bajak rotary, dibedakan dari segi konstruksinya terhadap bajak piring maupun bajak singkal. Hasil pembajakan dengan bajak rotary memberikan hasil oleh yang langsung hancur dan merata, karena jenis bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary putar yang menghancurkan tanah. Gerakan putar pisau diatur dengan system penyaluran tenaga dari proses mesin traktor
  4. Penggaruan, digunakan pada penglahan tanah yang menggunakan alat yaitu garu piring dan garu sisir. Pada umumnya peggaruan mempunyai tujuan untuk lebih menghacurkan tanah dan meratakan permukaan tanah setelah dilakukan pembajakan lebih dahulu.


BAB III
ALAT DAN PROSEDUR KERJA
3.1       ALAT dan Bahan
1.      Traktor tangan
2.      Implemen traktor (bajak singkal,gelebeg dan garu)
3.      Meteran
4.      Solar (bahan)
3.2       CARA KERJA
A.      Menghidupkan Traktor Tangan
1)      Sebelum menghidupkan mesin traktor lakukan pengecekan terhadap komponen berikut :
a.      Cek tangki bahan bakar dan air radiator, pastikan bahan bakar terisi dan radiator terisi penuh sesuai batas rekomendasi.
b.      Pastikan V-belt dalam posisi kendur / tidak bekerja. Tuas kopling utama tidak ditarik/dalam posisi OFF
c.       Ganti ban dari ban karet keroda besi
2)      Sebelum menghidupkan traktor pastikan posisi traktor ditempat yang datar
3)      Tarik tuas gas sedikit sampai melewati batas”STOP” jangan terlalu dalam/penuh
4)      Hidupkan mesin dengan engkol. Mula-mula engkol dipasang kemudian sambil menarik alat penurun kompresi engkol diputar beberapa kali secara bertahap dan perlahan hingga cepat kemudian tuas engkol dilepas bersamaan dengan tuas dekompresi.
5)      Atur kembali tuas gas agar mendapat putaran mesin/rfm yang ideal

B.      Menjalankan Traktor
1)      Setelah mesin hidup kemudian tarik batang penahan traktor bagian depan “standar” selanjutnya tarik tuas kopling utama. Pastikan tuas gas tidak terlalu kencang.
2)      Atur stang kemudian agar arah traktor lurus. Stang kemudi dipegang dengan tangan lentur tidak kaku.
3)      Pindahkan traktor dari garasi/ lab ke lapangan.

C.      Memasang Implemen Pengolah Tanah
1)      Setelah mencapai lapangan matikan mesin traktor kemudian ganti ban traktor dengan roda besi
2)      Pasang implemen pengolahan tanah(bajak pengolahan tanah pertama dan garu untuk pengolahan tanah kedua)
D.     Pengolahan Tanah
1)      Setelah semua peralatan terpasang hidupkan kembali mesin traktor
2)      Tarik tuas perseneling utama arahkan traktor agar lurus sesuai dengan areal lahan. Kemudian atur gas agar memperoleh tenaga/traksi yang cukup untuk pengolahan tanah
3)      Untuk membolehkan traktor tarik tuas pembelok yang berada dibawah stang kemudi. Untuk belok kiri maka tuas pembelok kiri yang ditarik dan begitu pula sebaliknya untuk belok kanan yang ditarik adalah tuas pembelok kanan. Apabila tuas pembelok ditarik bersamaan traktor akan berhenti bergerak.
4)      Untuk mengganti implement matikan dulu mesin traktor kemudian ganti implement sesuai kebutuhan.
5)      Lakukan pengolahan tanah sesuai dengan pola pada gambar 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar