BAB I
PENDAHULUAN
Traktor tangan
atau traktor roda dua merupakan salah satu sumber tenaga dalam bidang
pertanian. Traktor dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kegiatan pertanian,
mulai dari pengolahan lahan pertama, pengolahan tanah kedua,penanaman, penyiangan,
pemupukan dan alat transportasi. Manfaat tersebut dapat dirasakan apabila pada
traktor tersebut telah ditambah implemen.
Sebuah traktor
tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah apabila tidak dipasang implemen(alat
tambah). Fungsi traktor dalam mengolah tanah hanya sebagai sumber
tenaga.Implemen tidak terpasang secara permanen pada traktor, hal ini disengaja
supaya traktor dapat dipasangkan dengan berbagai jenis implemen sesuai
kebutuhan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong.
Di
bidang pertanian telah dikenal enam jenis sumber tenaga penggerak peralatan
pertanian pertanian diantaranya adalah manusia, ternak, angin, air, listrik dan
motor bakar. Masing-masing sumber tenaga tersebut memiliki
keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan . Dari keenam sumber tenaga
tersebut sampai saat ini motor bakar memperlihatkan kemungkinan penggunaan yang
lebih luas.
Salah
satu usaha dalam meningkatkan produksi pertanian adalah sumber tenaga yang baik
Sumber tenaga dibidang pertanian ada bermacam-macam yaitu manusia, ternak,
motor bakar dan banyak lagi. Sumber tenga yang palig umum digunakan pada pengolahan
tanah adaah manusia, ternak dan motor bakar. Penggunaan sumber tenaga dibidang
pertanian antara lain : sumber tenaga untuk menarik bahan pada pengolahan
lahan, penyiangan, penanaman, pemanenan dan lain sebagainya, tenga untuk
memutar pada belt, gigi, rantai dan lain-lainnya.
Manusia mempunyai tenaga sekitar
74,6 watt, sehingga untuk bekerja secara terus menerus kurang efisien dan
kurang efektif. Sumber tenaga manusia akan dibutuhkan pada keadaan yang mana
tenaga ternak dan traktor tidak dapat dioperasikan biasanya pada lahan yang
sempit dan curam. Sumber tenaga ternak sangat berperanan di Negara-negara yang
berkembang, hal ini dsebbkan karena tenaga ternak cukup murah harganya, dan
mudah didapat dan juga menghasilkan kemampuan yang lebih besar dari pada tenaga
manusia.
Tenaga motor
sebagai sumber tenaga yang paling mutakhir di bidang pertanian. Penggunaan
traktor dibidang pertanian akan meningkatkan kapasitas lapang, menguragi biaya
produksi, meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi kelelahan dalam bekerja.Pada
saat ini traktor merupakan sumber tenaga yang paling besar untuk pengolahan
tanah. Traktor adalah salah satu bentuk dari motor bakar.
Traktor adalah
suatu sumber tenaga lain yang sebagai hasil dai pengembangan penggunaan motor
bakar sebagai unit tenaga. Keterbatasan motor bakar sebagai sumber tenaga tarik
atau dorong dapat diatasi dengan adanya traktor. Traktor disamping sebagai
tenaga tarik atau dorong dapat juga digunakan sebagai sumber tenaga putar.
Pengolahan lahan
yang secara mekanis di Indonesia sudah dimula sekitar tahun 1905 – 1906 di PG.
Ketanggungan Barat dan PG. Tertana Baru dengan menggunakan LOKO, yang sebagai
sumber tenaga untuk menarik atau disebut juga tenaga tarik. Penggunaan traktor
sebagai sumber tenaga menarik alat pengolahan tanah (bajak) diperkenalkan pada
tahun 1914 (Noerman Kartohadikoesoema, 1983). Sejak 1950, pemerintah telah
memulai menaruh perhatian dalam mengembangkan tenaga-tenaga mekanis.
Perkembangan ini yang pesat, terutama dalam bidang kegiatan pengolahan hasil pertanian.
Sejalan dengan
perkembangan pembangunan pertanian diikuti juga dengan kenaikan penggunaan
peralatan mekanis. Moens dan Wanders (1981) mengemukakan bahwa ada tiga macam
energi dibidang pertanian yaitu : manusia, ternak dan mekaanisme (tenaga yang berasal
dari bahan bakar bumi). Di Indonesia sendiri pada tahun 1977 banyak orang
yang telah aktif dibidang produksi pertanian. Traktor ada tiga kelompok
yaitu : traktor tangan yang dua roda, traktor kecil empat roda dan traktor yang
berukuran sedang . Traktor tangan dan traktor kecil banyak digunakan di sawah
sedangkan traktor yang berukuran sedag biasanya digunakan di
perkebunan-perkebunan yang besar.
Motor bakar
adalah suatu alat mekanisme atau mesin yang merubah tenaga panas dari suatu
bahan yang dapat terbakar menjad tenaga yang dapat dipergunakan. Motor bakar
disebut juga motor kalor , yaitu mesin yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik atau yang mengubah energi termal menjadi energi
mekanik. Enargi termal dapat diperoleh dalam proses
pembakaran, proses fisi bahan bakar nuklir atau proses yang lain.
Kapasitas
traktor ditentukan oleh tenaga aktif dari motor, konstruksi traktor, dan
keadaan kerja. Tenaga motor bakar umumnya dignkan untuk gerakan stasioner,
meggerakkan traktor, menarik peralatan dan alat-alat melalui p.t.o. Untuk
mesin-mesin yang stasioner tenaga yang tersedia kira-kira 85-90%, sedangkan
sisanya hilang karena adanya gesekan pada gear box traktor.
Faktor yang menentukan tenaga
maksimal adalah tanah meliputi berat, distribusi berat, besar roda, bentuk
keadaan ban, extensi roda dan sebagainya. Beberapa tenaga yang ada pada
traktor antara lai :
- Indicative power yaitu kemampuan tenaga kerja
di dalam silinder. Tenaga ini yang menekan piston yang dapat dihitung.
- Brake power yaitu tenaga yang tersedia pada
roda gila dan dengan memperhatikan tenga untuk mengatasi gesekan. Untuk
mengetahui kehilangan tenaga dipergunakan electric dynamo meter.
- PTO Power yaitu tenaga dhasilkan oleh
PTO. Untuk mengukur digunakan dynamometer.
Peralatan yang digunakantraktor
dalam mengolah tanah sangat beragam. Dalam pemilihan peralatan untuk penglahan
tanah harus diperhatikan hubungan karakteristik peralatan dengan tanah atau
lahan yang diolah. Beberapa peralatan pengolahan tanah yang ditarik traktor
antara lain :
- Bajak singkal, yang dipergunakan untuk
pengolahan tanah yang mempunyai lahan/tanah rumput , tanah yang bersih
dari akar dan batu
- Bajak piring, yang dipergunakan juga untuk
penglahan tanah, tanah/lahan yang umumnya dipergunakan bajak piring adalah
tanah plastis, berbatu, berakar, alang-alang, keras, kasar dan lain
sebagainya. Bajak piring bentuknya bulat cekug seperti piring atau alat
penggoregan dengan garis tengah 60-80 cm.
- Bajak rotary, dibedakan dari segi konstruksinya
terhadap bajak piring maupun bajak singkal. Hasil pembajakan dengan bajak
rotary memberikan hasil oleh yang langsung hancur dan merata, karena jenis
bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary putar yang menghancurkan
tanah. Gerakan putar pisau diatur dengan system penyaluran tenaga
dari proses mesin traktor
- Penggaruan, digunakan pada penglahan tanah yang
menggunakan alat yaitu garu piring dan garu sisir. Pada umumnya peggaruan
mempunyai tujuan untuk lebih menghacurkan tanah dan meratakan permukaan
tanah setelah dilakukan pembajakan lebih dahulu.
BAB III
ALAT DAN PROSEDUR KERJA
3.1 ALAT dan Bahan
1.
Traktor tangan
2.
Implemen traktor (bajak singkal,gelebeg
dan garu)
3.
Meteran
4.
Solar (bahan)
3.2 CARA KERJA
A.
Menghidupkan Traktor Tangan
1)
Sebelum menghidupkan mesin traktor
lakukan pengecekan terhadap komponen berikut :
a.
Cek tangki bahan bakar dan air radiator,
pastikan bahan bakar terisi dan radiator terisi penuh sesuai batas rekomendasi.
b.
Pastikan V-belt dalam posisi kendur /
tidak bekerja. Tuas kopling utama tidak ditarik/dalam posisi OFF
c.
Ganti ban dari ban karet keroda besi
2)
Sebelum menghidupkan traktor pastikan
posisi traktor ditempat yang datar
3)
Tarik tuas gas sedikit sampai melewati
batas”STOP” jangan terlalu dalam/penuh
4)
Hidupkan mesin dengan engkol. Mula-mula
engkol dipasang kemudian sambil menarik alat penurun kompresi engkol diputar
beberapa kali secara bertahap dan perlahan hingga cepat kemudian tuas engkol
dilepas bersamaan dengan tuas dekompresi.
5)
Atur kembali tuas gas agar mendapat
putaran mesin/rfm yang ideal
B.
Menjalankan Traktor
1)
Setelah mesin hidup kemudian tarik
batang penahan traktor bagian depan “standar” selanjutnya tarik tuas kopling
utama. Pastikan tuas gas tidak terlalu kencang.
2)
Atur stang kemudian agar arah traktor
lurus. Stang kemudi dipegang dengan tangan lentur tidak kaku.
3)
Pindahkan traktor dari garasi/ lab ke
lapangan.
C.
Memasang Implemen Pengolah Tanah
1)
Setelah mencapai lapangan matikan mesin
traktor kemudian ganti ban traktor dengan roda besi
2)
Pasang implemen pengolahan tanah(bajak
pengolahan tanah pertama dan garu untuk pengolahan tanah kedua)
D. Pengolahan
Tanah
1)
Setelah semua peralatan terpasang
hidupkan kembali mesin traktor
2)
Tarik tuas perseneling utama arahkan
traktor agar lurus sesuai dengan areal lahan. Kemudian atur gas agar memperoleh
tenaga/traksi yang cukup untuk pengolahan tanah
3)
Untuk membolehkan traktor tarik tuas
pembelok yang berada dibawah stang kemudi. Untuk belok kiri maka tuas pembelok
kiri yang ditarik dan begitu pula sebaliknya untuk belok kanan yang ditarik
adalah tuas pembelok kanan. Apabila tuas pembelok ditarik bersamaan traktor
akan berhenti bergerak.
4)
Untuk mengganti implement matikan dulu
mesin traktor kemudian ganti implement sesuai kebutuhan.
5)
Lakukan pengolahan tanah sesuai dengan
pola pada gambar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar